Implementasi Metode History Telling dalam Mata Pelajaran SKI dan Sejarah


Mengikuti workshop History Telling di Perpustakaan Bung Karno yang resumenya pernah saya bahas disini, menginspirasi saya untuk menggunakannya sebagai metode pembelajaran di kelas yang qodarollah tahun ini diberi amanah mengajar mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam ) di Madrasah tempat saya mengabdi. Sedikit agak kurang pede sebetulnya mengingat mapel SKI dan Ilmu Sejarah adalah mata pelajaran yang kurang begitu saya minati dulu saat masih di bangku sekolah karena banyaknya materi yang harus saya hafal dan kebanyakan Bapak-Ibu guru mengajar saya dan teman-teman dengan metode ceramah. Sehingga membuat saya agak bosan dan mengantuk dalama kelas. Berlatar belakang tentang ketidak sukaan saya terhadap mata pelajaran tersebut malah menantang saya lebih semangat mengajar mata pelajaran SKI dengan teknik-teknik yang berbeda agar lebih menyenangkan bagi anak-anak.

Story Telling dan History Telling menurut saya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda. Kalau boleh memilih saya lebih suka Story Telling karena saya cukup mengetahui poin-poin ceritanya yang kemudian saya bisa mengeksplor dan mengembangkan cerita sebebas mungkin. Sedang History Tellling atau bercerita terkait sejarah, saya sebagai pencerita harus mengerti benar ceritanya lebih detail sehingga menguasai keseluruhan cerita sehingga tidak ada fakta yang terlewat ataupun tidak ada cerita yang nglantur atau saya tambah-tambahkan. Sulit banget untuk saya yang nggak suka menghafal ini, hiks!

Metode History Telling dalam Mata Pelajaran Ski Dan Sejarah

Bapak-Ibu...

Saya kali ini tidak akan membahas terlalu jauh tentang apa itu History Telling ya! Untuk bapak ibu yang ingin mengenal lebih jauh tentang History Telling, anda bisa baca resume disini. Karena kali ini saya akan membahas bagaimana cara mengimplementasikan metode History Telling di kegiatan pembelajaran. Metode ini bisa bapak-ibu guru terapkan di kelas pada mata pelajaran SKI atau Ilmu Sejarah yang sekarang digabung dengan mata pelajaran IPA menjadi (IPAS). Bagaimana langkah-langkah menerapkannya?

  1. Cari referensi sebanyak mungkin cerita sejarah yang akan kita bahas. Kalau perlu kita menguasai karakter-karakter tokoh dalam sejarah lebih mendalam sebelum bercerita
  2. Buatlah alur semenarik mungkin untuk menghindari kebosanan
  3. Kalau perlu catat hal-hal penting yang akan anda bahas di secarik kertas agar tidak lupa.
  4. Jangan bercerita dengan durasi terlalu lama. Berdasarkan kutipan dari parenting co.id masa konsentrasi anak usia sd (6-12 tahun) belajar adalah sekitar 30-45 menit. Namun berdasarkan pengalaman dari saya 20 menit mereka sudah mulai goyah. Jika bapak-ibu guru harus bercerita lebih dari durasi 20 menit saran saya selingi dengan ice breaking untuk menguatkan konsentrasi meraka kembali ya!
  5. Agar anak-anak tetap fokus selama anda bercerita, Bapak-Ibu bisa menambahkan tugas tambahan. Misalnya dengan memberinya tugas kelompok menyimpulkan isi cerita dan lain-lain. Bisa juga dengan memberinya intruksi melakukan atau berkata sesuatu saat Bapak-Ibu guru menyebutkan suatu kata saat bercerita. Misalnya jika Bu Guru berkata "bunda" dalam cerita yang akan buguru ceritakan kamu harus mengatakan "i love you".
Demikian pembahasan metode History Telling yang bisa bapak-ibu terapkan di kelas. Metode pembelajaran apapun akan menarik dan tidak membosankan even metode ceramah sekalipun asal pengemasannya yang harus menarik agar anak tetap antusias di setiap kelas-kelas kita ya bu! Yuk, semangat berprogres menjadi guru-guru yang semakin tulus dan ikhlas karena ketulusan akan mendatangkan ketulusan juga di hati anak-anak dan semoga berkah bagi bapak-ibu guru. 

Untuk mengetahui lebih jelas terkait penerapan metode History Telling ini Bapak-Ibu bisa cek Youtube saya disini!



11 comments

  1. Hmmm bener banget mba anak2 bukannya males tp kadang metode, strategi dan media pembelajaran tidak menarik bagi peserta didik apalagi mata pelajaran history kayak gini btw kalo aku suka banget sama pelajaran sejarah sih biar tidak mengulangi kesalahan masa lalu eaaa alhamdulillah abakku juga walaupun masih tk, tapi dia udah aku bacain buku sejarah karena emang Allah memerintahkan kita untuk belajar sejarah, mengingat Al quran kan isinya masa lalu, masa kini dan masa depan heheu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat bu.. sejarah adalah pondasi kecintaan kita terhadap agama dan bangsa. Dan guru serta orangtua di rumah adalah tonggak utama memupuk kecintaan itu dengan mengenalkan sejarah

      Hapus
  2. Saya pikir tadinya SKI itu Sie Kerohanian Islam, ternyata mata pelajaran ya. Baru dengar juga ada Sejarah kebudayaan Islam di sekolah. Memang guru sekaramg harus berinovasi mempersiapkan mata pelajaran untuk para siswa ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mapel ini sudah lama bu.. untuk kita dalam kelembagaan maarif NU. SKI (sejarah islam) sedangkan aswaja (penanaman ke-NU-an)

      Hapus
  3. Jujur, aku baru dengar istilah history telling. Biasanya kan storytelling :)
    Setuju banget bahwa guru sekarang harus inovatif biar muridnya gak bosan dan tetap bahagia bersekolah. Semangatt, Mbak!

    BalasHapus
  4. belajar sejarah jadi gak membosankan dong ini kalau pakai metode History Telling ya, secara biasanya pelajaran sejarah itu bikin ngantuk, hihihih.
    tapi kalau ada pendekatan baru pasti bisa buat suasana kelas jadi seru ini :)

    BalasHapus
  5. Waktu sekolah aku juga gak begitu minat dengan sejarah. Karena, penyampaian guru monoton. Belum harus menghapal yang super panjang. Nah, harusnya memang pakai metode yang lebih asyik seperti history telling ini. Biar anak bisa menangkap materi dengan mudah dan menyukai sejarah.

    BalasHapus
  6. Bagus ini ya menggunakan metode historytelling dalam mata pelajaran SKI. Anak lebih tertarik dan lebih paham

    BalasHapus
  7. Baru tahu tentang History telling nih saya Mba. Tahunya story telling malah. Jadi ini bercerita tentang sejarah gitu ya? Metode pembelajran sekarang sudah bervariasi dan beda dengan zaman saya dulu deh kayanya

    BalasHapus
  8. Baru tahu ada istilah history telling selama ini tahunya story telling saja. Untuk pelajaran sejarah sendiri memang lumayan membosankan apalagi kalau metode ajarnya monoton seperti ceramah saja tapi kalau dibawakan dengan metode history telling pelajaran sejarah bisa jadi lebih menyenangkan ya

    BalasHapus