Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Mengadu?


Ada kebanggaan tersendiri jika buah hati nyaman bercerita tentang banyak hal kepada kita ya Bun. Bercerita tentang keseruannya dengan teman-teman sampai mengadu saat teman ada yang membuatnya jengkel dan marah. Itu berarti, kita sudah berhasil menciptakan bonding antara kita dengannya. Ini penting agar kita dapat mengontrol dan memantau kegiatan anak yang tidak selalu bisa dalam pantauan. Juga perlu untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terkait pengaruh luar dan lingkungan yang kurang baik karena keluarga selalu menjadi tempat terfavorit anak ketimbang orang lain dan temannya.

Namun demikian, kita sebagai orangtua haruslah pintar-pintar menyikapi tentang cerita dan aduan yang kerap anak ceritakan kepada kita ya Bun! Karena aduan anak tak selamanya karena ia korbannya. Bisa jadi karena anak merasa setiap aduannya selalu dibenarkan. Dan akibatnya, si kecil malah menjadi pengadu ulung sehingga mengakibatkan pembentukan karakter yang kurang baik. Diantaranya,anak menjadi kurang percaya diri dalam menyelesaikan masalah, manja dan mungkin saja menjadi pembohong karena setiap aduannya yang belum tentu benar itu selalu kita percaya. Nauzubillah min zalik! Berikut beberapa penyebab anak mengadu kepada orangtuanya!

  • Peraturan yang Orangtua Terapkan Padanya Harus Berlaku Ke Semua. Menurut Lawrence, anak-anak cenderung mengartikan sesuatu secara harfiah. Sebab, perkembangan kognitif mereka belum mengenali alasan abstrak. Hal ini membuat dirinya beranggapan bahwa peraturan yang orangtua terapkan padanya harus berlaku ke semua. Sehingga jika ia mendapati peraturan yang berbeda diberlakukan kepada anak lain, si kecil akan protes dengan cara mengadu kepada orangtua, guru ataupun orang tua yang berada didekatnya.
  • Anak Mengadu Karena Mencari Perhatian. Kesibukan dan banyak hal membuat kita fokus pada hal itu sehingga anak merasa dilupakan keberadaannya. Atau mungkin juga karena kita sedang dengan santainya ngobrolin kehebatan anak tetangga di depan dirinya. Dari sini, anak-anak pintar Bunda akan mencari akal, agar orangtua untuk mengingatkan keberadaannya. Dan hal sering mereka lakukan adalah dengan membuat anak lain terlihat buruk didepan orangtuanya dengan mengadu.
“Pertengkaran antar saudara dan butuh perhatian bisa menjadi alasan mengapa anak suka mengadu,” ujar dr. Listug-Lunde, psikolog di A.I. duPont Hospital for Children.
  • Terkadang Anak Mengadu Karena Ingin Menyakiti Orang Lain. Saat anak mengadu, kita baiknya memposisikan diri sebagai hakim, yang tidak terlihat membela ataupun menyalahkan. Karena tak selamanya aduannya karena memang seperti itu adanya dan menutup kemungkinan aduannya hanya karena agar dia mendapatkan pembelaan dari kita dan orang atau anak yang diadukan mendapatkan masalah berkat aduannya.
“Terkadang anak yang mengadu tidak hanya mencari perhatian, tapi juga karena ingin menyakiti orang lain. Anak menganggap, cara terbaik untuk membalas orang lain yang telah memperlakukan buruk dirinya adalah dengan mengatakan sesuatu yang negatif agar mereka mendapat masalah,” kata dr. Balter.
  • Anak merasa lebih dipercaya dan berkuasa ketimbang teman-temannya. Sehingga, ia merasa untuk sepatutnya mengawasi teman juga saudaranya dan mengadukan kesalahan mereka saat temannya melakukan kesalahan. Hal itu ia lakukan karena ia ingin teman-teman dan saudara-saudaranya tunduk dan patuh kepadanya
  • Anak memang sedang berada dalam keadaaan tidak nyaman, dan kita adalah tempat ternyaman baginya untuk mengadu dan meminta pertolongan. Dari sini, kita harus bisa menjadi orangtua bijak dengan memberikan respon positif dengan apapun aduan anak, mengklarifikasi kejadian sebenarnya kemudian memberinya solusi. Selalu membelanya juga salah, selalu acuh dan meremehkan aduan anak juga bukan cara yang tepat.

Maka dari itu Bun, kita sebagai orangtua baiknya menjadi pendengar yang bijak dalam menerima setiap aduan dari si kecil. Tidak menanggapi setiap aduannya dengan berlebihan namun juga tidak serta merta mengacuhkan dan meremehkan setiap aduannya. Berikut tips menghadapi anak yang mengadu yang bisa Ayah-Bunda coba!

Tenangkan Diri dan Jadilah Pendengar yang Baik



Anak juga seperti kita, dia butuh respon dan dan dengar ketika dia membutuhkan tempat berbagi. Maka, jadilah pendengar yang baik sebagaimana kita juga selalu meminta ia mendengarkan kita saat kita menasehatinya. Tatap anak dengan lembut dan tenang. Jaga perasaan kita untuk tenang dan jangan mudah terpancing emosi. Ingat ya Bun, kita belum tahu letak masalah sebenarnya. Posisikan diri sebagai penengah dan jangan terlalu dini memahami sesuatu sebelum kita tahu letak kesalahannya. Karena kadang masalah timbul hanya karena salah faham semata.

Beri Tahu Si Kecil Cara Menyelesaikan Masalahnya

Kita tak memiliki anak yang cengeng dan todak mandiri kan Bun? Maka jika itu sekiranya bisa diselesaikan si kecil maka baiknya kita cukup membantu memberi saran jalan keluarnya. Jangan sampai jiwa kepahlawanan Ayah-Bunda terlalu dominan sehingga semua masalah anak dengan teman maupun saudara kita selau campur tangan atau bahkan membelanya. Itu berarti anda sudah menjerumuskan anak. Dan menanamkan karakter manja, egois dan tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Jalin Komunikasi yang Baik dengan Orang-Orang Sekitar




Tuntutan membuat orang zaman sekarang menjadi sangat sibuk dan tidak ada waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan. Tapi demi anak-anak kita harus meluangkan waktu untuk menjalin komunikasi dengan orang-orang yang sering berinteraksi dengan anak kita. Misalnya, guru, teman sekolah, ibu dari teman si Kecil, dan sebagainya. Dengan komunikasi yang baik, aduan negatif akan berkurang Bu, karena Ibu tahu bagaimana mereka memperlakukan si Kecil.

Mengingat kebiasaan mengadu ternyata merupakan hal wajar bagi balita dan menjadi bagian tersendiri dalam proses pembentukan karakter anak, hindari mengacuhkan si Kecil atau justru memarahinya saat mengadukan sesuatu ya, Bu. Jadi, si Kecil tetap terbuka dan terbiasa menceritakan masalah atau pendapatnya kepada Ibu. Semangat terus mendidik si Kecil, Bun!


SUMBER

orami.co.id (2018) “Ternyata Ini 5 Alasan Kenapa Anak Suka Mengadu” diakses dari

ibudanbalita.com (2019) “Apa yang Harus Dilakukan Bila si Kecil Suka Mengadu?” diakses dari https://www.ibudanbalita.com/artikel/apa-yang-harus-dilakukan-bila-si-kecil-suka-mengadu pada 14 April 2021

3 comments

  1. biasanay aku mendengar dulu, kalau nahaya, aku cek dulu kebenarannay , jangan sampai anak kita yang justru salah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bun bener.. bukan tidak mempercayai anak sendiri. tapi klarifikasi kejadian sebenarnya n\menurut saya penting agar kita tidak salah menyikapi

      Hapus
  2. Akupun berusaha utk ga lgs percaya dan mau cek dulu ceritanya mba. Seiring nih si Adek ngaduin kakanya. Tp ternyata si Kaka begitu Krn adeknya nakal :p. Memang harus hati2, Krn akupun ga mau anakku JD tukang ngadu apalagi kalo sampe bohong

    BalasHapus