Penerapan Metode Story Telling Untuk Menghafal Kosa Kata Bahasa Arab

  

  Story telling, bercerita dan mendongeng adalah suatu kegiatan yang sederhana, mudah dan kaya manfaat. Walaupun ketiganya memiliki sedikit perbedaan, namun garis besarnya sama. Yaitu suatu seni dalam menyampaikan ilmu, pesan, nasihat kepada orang lain baik anak-anak, remaja, dewasa maupun orangtua.

    Jika dilihat dari susunan katanya, kata storytelling berasal dari bahasa Inggris. Yaitu terdiri dari dua kata, story (cerita) dan telling ( menceritakan). Jadi perpaduan kata tersebut menghasilkan sebuah pengertian baru yaitu menceritakan sebuah cerita. Cerita disini tidak melulu cerpen, cernak atau dongeng. Metode story telling bisa juga digunakan untuk menceritakan cerita inspiratif ataupun cerita pribadi.

    Mungkin sebagian dari kita mengira story telling adalah cuma sekedar teknik membaca atau bercerita buku cerita anak yang menarik. Padahal lebih dari itu, metode story telling juga bisa digunakan untuk pedakwah untuk menyampaikan materi agama melalui kisah. Atau para pebisnis yang sudah familiar menggunakan metode story telling sebagai cara untuk pemasaran atau branding. Mengingat banyaknya manfaat yang didapat dalam menyampaikan materi atau pesan lain melalui story telling. Mengapa metode ini tidak dimanfaatkan guru dalam menyampaikan materi dalam kegiatan pembelajaran?

Manfaat Penerapan Metode Story Telling Untuk Kegiatan Pembelajaran

    Untuk mewujudkan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, namun juga efektif dan efisien, seorang guru sebaiknya menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Kita tidak bisa asal pilih dan menyamaratakan setiap kelas dalam menerapkan metode pembelajaran. Karakter dan kemampuan peserta didik dalam menerima materi yang disampaikan haruslah menjadi pertimbangan. Dan metode story telling inilah yang menurut anggapan penulis bisa masuk untuk semua kelas. Tinggal kita sesuaikan dengan karakter dan kemampuan daya tangkap peserta didiknya. Berikut beberapa manfaat menerapkan metode story telling dalam kegiatan pembelajaran.

1. Merangsang Kekuatan Berpikir

    Ada banyak cara untuk merangsang kekutan berpikir peserta didik. Tapi dengan diperdengarkan sebuah cerita anak tentu sensasinya akan berbeda saat peserta didik kita menontonnya lewat televisi atau youtube. Karena saat mendengarkan, peserta didik dapat menvisualisasikan tokoh serta situasi yang di ceritakan sesuai imajinasisainya sendiri.

2. Sebagai Media Efektif

    Peserta didik zaman sekarang , sungguh berbeda dengan peserta didik zaman dahulu yang sangat penurut dan patuh. Kemajuan ilmu, pengetahuan dan teknologi membuat mereka lebih kritis dan kurang bisa menerima masukan dan arahan. Dan penerapan metode story telling dalam pembelajaran ini sangatlah tepat untuk menanamkan nilai-nilai dan sopan santun tanpa mereka merasa diperintah atau digurui.

3. Menumbuhkan Minat Baca

    Manfaat lain diterapkannya metode story telling pada kegiatan pembelajaran adalah dapat menumbuhkan minat baca peserta didik. Terlebih jika guru dapat menerapkan metode story telling ini dengan optimal. Dalam artian penguasaan cerita yang baik, gestur dan mimik muka yang sesuai pastinya membuat anak merasa tertarik. Dan hal itu membuat rasa ingin tahunya akan buku yang mereka dengarkan lebih tinggi. Sehingga ingin tahu kelanjutan cerita atau bisa jadi ingin baca sendiri buku sejenis yang dibaca gurunya.

4. Menumbuhkan Rasa Empati

    Dalam story telling yang diperdengarkan ke peserta didik pasti memiliki alur cerita yang didalamnya ada tokoh dan karakter tokohnya. Dengan seringnya diperdengarkan suatu cerita, peserta didik akan mulai bisa menilai mana tokoh kesukaannya. Mana tokoh baik dan siapa tokoh yang berkarakter jahat. Kemampuan mereka dalam memilih dan membedakan tokoh yang baik dan jahat akan menumbuhkan rasa empati di hati mereka kepada oranglain karena ingin bersikap baik seperti tokoh pahlawan yang didengarnya saat mendengar story telling dari gurunya.

5. Mempermudah Anak Menghafal

    Selain beragam manfaat diatas, story telling juga dapat mempermudah peserta didik untuk menghafal sesuatu. Keadaan anak yang relaks dan senang saat mendengarkan cerita akan memudahkan anak menghafal isi cerita karena setiap yang mengesankan tidak perlu dipaksa untuk dihafalkan otak mereka sudah merekam semua karena ceritanya sangat mengesankan.

Penerapan Story Telling dalam Kegiatan Pembelajaran

    Metodologi pembelajaran adalah ilmu yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari guru dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik dan tujuan dari proses belajar berjalan dengan baik dan tujuan dari proses pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh guru.

    Metode pembelajaran ada banyak ragamnya mulai dari metode ceramah, demontrasi, diskusi, simulasi, penugasan dan yang akan kita bahas metode story telling. Metode story telling sebenarnya hampir mirip dengan metode ceramah karena sama-sama metode pembelajaran yang terpusat pada guru. Namun metode story telling ini jauh lebih menarik karena menggunakan cerita sebagai media pembelajarannya.

    Sebaik apapun metode yang kita gunakan saat di depan peserta didik jika tidak ada kesiapan dalam menyampaikan maka metode apapun juga tidak akan membuat kelas menjadi menarik. Berikut beberapa hal yang perlu dipersiapkan storyteller/guru sebelum bercerita:

1. Kondisi fisik yang benar-benar baik

2. Keinginan yang kuat dan tulus untuk bercerita

3. Membuat singkatan cerita

4. Menyiapkan susunan gambar atau boneka sebagai alat peraga bila perlu.

5. Siap melakukan sehingga hasilnya tidak setengah-setengah. Kemenarikan cerita akan berkurang jika kurang adanya kesiapan guru dalam bercerita. Jadi penting sekali bagi guru mencari referensi cerita sebanyak mungkin sehingga dapat menguasai isi cerita dengan baik. Sehingga saat tampil di kelas bisa bercerita tanpa ada keragu-raguan.

6. Memilih degan menarik

7. Mau bersuara lantang dan jelas . Atur pula artikulasi pengucapan ketika menyampaikan kata.

8. Mau melakukannya dengan benar

9. Menjaga kerahasiaan cerita

10. Dapat menciptakan suasana akrab, hangat, dan bergembira dan komunikatif

11. Tidak menyimpang dari etika-etika

Setelah persiapan sudah maksimal, tinggal bagaimana pelaksanaannya. Geiser (1997) menyebutkan ada tiga tahapan dalam menggunakan metode storytelling pada kegiatan pembelajaran, yaitu :

1) Kegiatan pembuka, storyteller/guru bisa mengawali kegiatan pembuka dengan ice breaking untuk meningkatkan konsentrasi peserta didik pada kegiatan inti yang akan dilakukan. Kegiatan ice breaking pada awal kegiatan juga berfungsi untuk membangun komunikasi dua arah anatar guru dan peserta didik sehingga kegiatan story telling dapat berjalan dengan menyenangkan.

2) Kegiatan inti, yaitu kegiatan bercerita atau story telling. storyteller/guru sebaiknya memperhatikan beberapa hal berikut sebelum berhadapan dengan anak-anak!7

a. Jarak dengan audien

Usahakan saat bercerita jangan terlalu jauh dengan peserta didik jangan pula terlalu dekat. Berada ditengah-tengah atau berjalan-jalan agar semua peserta didik bisa menikmati cerita yang guru sampaikan

b. Gerak dan sikap tubuh

Gerak tubuh dan sikap guru dalam menampilkan karakter tokoh sangat mempengaruhi kemenarikan suatu cerita. Contohnya saja saat guru memerankan tokoh seorang kakek maka guru akan berjalan bungkuk atau memakai tongkat.

c. Kontak mata

Kontak mata guru saat menyampaikan story telingnya juga sangat mempengaruhi semangat peserta didik. Usahakan tidak focus pada satu tempat saja. Berjalan-jalan atau mendekati salah satu peserta didik dengan sedikit candan akan membuat mereka merasa bahwa guru memperhatikannya.

d. Suara saat bicara

Intonasi suara juga sangat mendukung kemenarikan cerita yang disampaikan guru. Misalnya dengan menggunakan suara kecil saat menirukan tokoh anak kecil atau melembutkan suara jika memerankan menjadi seorang ibu yang bijaksana.

Selain beberapa hal diatas, guru bisa menambahkan intruksi lain agar anak tetap focus dalam cerita yang disampaikan. Bisa jadi meminta anak melakukan atau menyebut sesuatu jika guru menyebutkan suatu kata. Hal ini juga bisa digunakan oleh guru untuk mengajak peserta didik menghafal kata melalui cerita.

Penggunaan alat peraga, juga sangat membantu agar peserta didik lebih tertarik kemudian menfokuskan mata untuk melihat bentuk fisual berupa alat peraga dari cerita yang disampaikan.

3) Kegiatan penutup, memberikan kesempatan kepada peserta didk untuk mengungkapkan pendapatnya, mengungkapkan pesan secara lisan mengenai cerita yang telah didengarkan

Guru adalah tonggak pembelajaran di sekolah. Yang kemudian diharapkan dapat menjadi tonggak awal dalam membentuk masa depan bangsa. Kemampuan guru dalam mengelola kelas sangat berpengaruh pada semangat peserta didik untuk menggali ilmu. Ditambah era yang serba digital ini. Inovasi pembelajaran yang digital dan memanfaatkan teknologi memanglah sangat berkesinambungan. Namun guru perlu mempertimbangkan beragam aspek diantaranya, kemampuan ekonomi orangtua, kemampuan anak dll. Inovasi tidak harus menggunakan teknologi. Metode story telling ini adalah salah satu jawabannya. Metode kaya manfaat ini layak untuk bisa diterapkan bapak-ibu guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.

Untuk lebih jelas memahami metode ini untuk menghafal kosa kata, Bapak-Ibu guru bisa menyimak video berikut!



SUMBER :

Happyanto,Rixky. 2013. Pembelajaran Inovatif .Jakarta : Duplish
Mal, Kak. 2009. The Power Of Story Telling. Depok : PT Luxima Metro Media
Mulyasa. 2015. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Pratiwi, Rosaina Rizki. 2016. Penerapan Metode Storytelling Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas Ii Sdn S4 Bandung . https://ejournal.upi.edu/index.php/jpgsd/article/view/9074). Vol 1(hal123). Bandung : Kantor Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Kemdikbud.2016. KBBI Daring. https://kbbi.kemdikbud.go.id. tanggal akses 4 Sept 2022 pukul 04.13

7 comments

  1. Metode story telling memang metode yang hebat dan bagus disampaikan ke anak-anak didik dan kalo semua guru bisa menggunakan metode ini dijamin deh anak-anak pasti akan sangat betah belajar dan pastinya juga ilmu yang disampaikan juga mudah diterima oleh anak-anak.

    BalasHapus
  2. ahh rasanya anak-anak akan merasa lebih asyik belajar jika menggunakan metpde story telling.. semoga banyak guru yang menerapkan metode ini .. anak-anak menghafal dengan bahagia, bisa paham lebih banyak kosakata bahasa arab

    BalasHapus
  3. Sepertinya anak saya akan suka dengan model pembelajaran seperti ini. Lebih fun dan mudah dipahami ya

    BalasHapus
  4. Anak didik pasti seneng banget kalau gurunya pakai metode story telling karena nggak membosankan, nggak bikin jenuh, anak-anak cenderung lebih semangat dan penasaran. Tapi sayangnya nggak semua guru mau seperti ini, ya, Mbak...Memang butuh kreatifitas dalam proses belajar di sekolah yang artinya guru mau lebih capek dan usaha lebih biar suasana kelas lebih hidup.

    BalasHapus
  5. Anak-anak pasti lebih suka dengan gaya story telling ini ya. Jadi belajarnya lebih semangat

    BalasHapus
  6. Jadi ingat, dulu jg bu guru suka story telling kalau ngajar bahasa baik bahasa daerah maupun inggris

    BalasHapus
  7. Setuju banget kalau semua pengajar pakai metode story telling. Anak murid dijamin lebih cepat paham dan nggak bingung, tapi guru memang perlu waktu untuk mempersiapkannya. Semoga sistem pendidikan di negara ini terus lebih baik ya.

    BalasHapus