5 Cara Ampuh Membuat Suasana Kelas Menyenangkan


Setiap guru pasti menginginkan pelajaran di kelas berjalan dengan optimal dan menyenangkan. Anak-anak antusias dengan kegiatan pembelajaran dan materi tersampaikan dengan baik, itu harapan semua guru. Namun sayang, mewujudkan hal itu bukanlah hal yang mudah. Terutama untuk kami, seorang guru yang mengajar anak tingkat sekolah dasar yang masih suka bermain dari pada duduk diam belajar. Saya kadang dibuat senyum-senyum sendiri jika membayangkan kegiatan pembelajaran saya bersama anak-anak di kelas. Rayuannya harus super maut agar mereka semua antusias mengikuti pelajaran. Karena jika mood satu anak saja turun (apalagi jika mood yang turun itu si artis kelas) bakal gak terkondisikan nanti kelas saya. Tapi apapun itu sungguh menyenangkan berada bersama mereka anak-anak saya.

Sebagai seorang guru, tidaklah cukup hanya sekedar menyampaikan mata pelajaran. Tapi lebih penting dari itu, apakah yang kita sampaikan diterima dengan jelas oleh peserta didik kita, itu yang terpenting! Dan hal ini akan terwujud, jika anak didik merasa nyaman dan bersemangat dalam menuntut ilmu. Faktor penentu hasil dari proses belajar mengajar salah satunya karena pintar-pintarnya seorang guru membuat suasana kelas yang nyaman, menyenangkan juga dapat mengemas materi semenarik mungkin sehingga siswa merasa membutuhkan materi yang disampaikan guru.

Saya menyadari, sampai saat ini saya belumlah guru yang baik. Sungguh jauh dari kata baik. Tapi menjadi guru tak ubahnya figur orang tua, yang masih harus terus belajar dan belajar. Tidak hanya mengembangkan kompetensi, tapi juga terus belajar menghadapi anak dengan beragam karakter unik mereka. Salah satunya dengan cara membuat kegiatan pembelajaran yang kreatif. Sehingga siswa lebih aktif dan fokus dalam belajar. Bagaimana caranya? Berikut beberapa metode yang kebetulan sesuai pengalaman yang saya gunakan untuk menjadikan pelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan siswa.

1. Menggunakan Metode Belajar Yang Bervariasi



Kegiatan pembelajaran tidaklah melulu itu-itu saja. Terlebih jika kita cuma mengandalkan metode ceramah di setiap kegiatannya. Biarpun metode ini menurut saya penting, untuk selalu ada di setiap pembahasan agar anak tidak salah pengertian memahami pelajaran saya yang kebanyakan mata pelajaran agama. Namun demikian jika terlalu lama metode ceramah itu dilakukan, bisa dipastikan anak-anak akan bosan. Anak sekarang beda dengan kita dahulu yang ta’at dan patuh mendengarkan semua wejangan dari guru-guru kita. Walau jam pelajaran dihabiskan hanya dengan mendengarkan ceramah guru, kita masih fine-fine aja walau harus menahan kantuk, he.. he.. he.. Tapi anak sekarang tidak bisa diperlakukan sama, Bapak-Ibu! Menurut saya, waktu seperempat sampai 20 menit itu sudah agak maksain banget untuk mereka mau mendengarkan kita. Jadi kita harus pinter-pinter memadatkan materi agar se-ringkas dan semenarik mungkin dengan dibumbui banyak candaan agar mereka merasa kita sedang ngobrol saja dengan mereka. Aduh.. kalau terlalu kaku juga mereka anak-anak pasti bosan. Baru setelahnya kita bisa tambahkan variasi metode belajar lain yang cocok dengan materi. Mungkin dengan menggambar alam ciptaan allah jika itu terkait Mapel Akidah. Atau bisa jadi dengan praktek ibadah jika itu terkait Fikih. Atau bisa juga menonton bersama pembacaan puisi jika itu terkait materi Bahasa Indonesia dan lain sebagainya. Sebenarnya banyak sekali metode yang bisa kita gunakan. Hanya saja, semua perlu persiapan dan hal ini membutuhkan keikhlasan dari Bapak-Ibu guru dalam menyempatkan waktu di tengah kesibukan.

2. Buat Suasana Ruang yang Berbeda



Mengubah posisi duduk anak juga bisa menjadi alternatif menyenangkan untuk menambah semangat mereka belajar. Teman bangku yang berbeda, bisa jadi mengubah mood baru untuknya. Hal ini bisa dilakukan secara berkala secara random agar anak lebih antusias dalam belajar.

Memindah susunan tempat duduk mereka pun juga cara yang cukup efektif dalam memperbaiki semangat anak belajar. Posisi tempat duduk tidak ada pakemnya. Yakni, guru harus di depan dan kursi disusun berjajar berbentuk persegi selayaknya posisi belajar kita jaman dahulu. Ada banyak bentuk susunan lain yang sama efektifnya jika diterapkan. Seperti; posisi meja dan kursi dibuat melingkar dan saat menyampaikan materi ajar guru berada ditengah-tengah. Atau bisa jadi, bangku kita buat per-kelompok siswa, hal ni bertujuan untuk memudahkan siswa dalam menyelesaikan tugas kelompoknya. Ada banyak ide yang bisa kita tuangkan, selain beberapa contoh susunan kursi di atas. Tapi yang jelas, cara ini tidak hanya efektif dalam menambah konsentrasi anak belajar tapi juga tentu bisa menambah semangat belajarnya kembali.

3. Menggunakan Media Pembelajaran



Media pembelajaran adalah alat pendukung pembelajaran yang berfungsi memperagakan fakta, konsep, prinsip dan prosedur tertentu agar tampak lebih nyata oleh anak didik kita. Sehingga mereka lebih mudah memahami mata pelajaran dan dampak positif lainnya penggunaan media pembelajaran dapat menambah semangat belajar anak-anak.

Media pembelajaran tidak melulu ha-hal yang terkait elektronik ya, Bapak-Ibu! Jika Madrasah atau Sekolah kita belum mempunyai alat pembelajaran seperti laptop, televisi, LCD proyektor atau alat pembelajaran lainnya, itu bukanlah menjadi alasan bagi guru untuk meniadakan media pembelajaran saat melalukan kegiatan belajar mengajar. Ada banyak cara menunju ke roma kan, Pak-Bu! Contohnya saat kita menginginkan menampilkan contoh pembacaan puisi melalui video tapi alat pembelajaran belum ada. Maka kita bisa menggantinya dengan memberi contoh pembacaan puisi secara langsung dengan mendatangkan orang sekitar yang ahli dalam pembacaan puisi. Mungkin bisa meminta bantuan alumni, kakak kelas atau bisa jadi kita yang memberikan contoh langsung praktek pembacaan puisi kepada anak didik. Hal ini juga berfungsi untuk semua mata pelajaran lainnya. Yang intinya semua tak harus berupa hal yang menyulitkan. Ada banyak media penunjang tergantung kreatifitas guru bisa berupa benda, alam ataupun tokoh ahli. Karena sesungguhnya keberadaan media pembelajaran adalah suatu media penunjang guna membantu siswa memahami materi pelajaran dan juga menambah antusias mereka dalam memahami pelajaran. Jika ditiadakan dnegan alasan alat penunjang yang tidak mumpuni sungguh disayangkan!

4. Berikan perhatian yang sama pada semua anak



Terkadang guru akan lebih cenderung memerhatikan murid yang pintar dan aktif di kelas. Anak yang diam saja di kelas biasanya akan kesulitan untuk mendapatkan kesempatan untuk menuangkan ide ataupun mengaktualisasikan dirinya di kelas. Maka sering dikatakan untuk menjadi anak yang “paling” di kelas, baik itu paling pintar, paling suka telat, paling cantik, paling nakal, dan sebagainya. Karena dengan menjadi yang “paling” barulah anak akan diperhatikan oleh guru.

Sebagai seorang guru, sebenarnya sudah menjadi tugasnya untuk menemukan benih-benih unggul yang ada di dalam diri masing-masing anak. Percayalah bahwa setiap anak mempunyai talenta dan potensinya yang berbeda-beda. Dengan begitu, setiap anak akan merasa memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya serta membuat kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

5. Berikan Penghargaan Setiap Prestasi Siswa



Setiap anak memiliki naluri untuk dihargai atas semua pencapainnya. Pencapaian sekecil apapun, patut dihargai. Karena penghargaan sekecil apapun walau hanya sekedar memberikan ‘applause’ semata, ternyata berarti besar untuk memotivasi anak dalam belajar.

Ini sungguh nyata terjadi untuk anak-anak didik saya. Ternyata perhatian-perhatian kecil berupa pemberian penghargaan, sentuhan tangan ternyata berpengaruh besar untuk menumbuhkan semangat mereka. Kemaren, saya sempat merasa putus asa atas beberapa ‘artis kelas’ yang selalu membuat suasana riuh kelas. Sehingga tidak hanya mengganggu kelas saya tapi juga kelas lain. Berbagai cara saya lakukan hingga kadang saat penat, emosi jadi tidak terkontrol dan suara pun juga berubah menjadi nada tinggi dengan muka jadi berubah tak lagi ramah pun tak membuat mereka takut. Dasar anak zaman now ya! sampai suatu ketika saya menyadari bahwa saat saya menggunakan hati adalah cara yang tepat. Saya kini tak mengurangi nada tinggi lagi dan memperbanyak memberikan penghargaan sekecil apapun. Tidak hanya ketika mereka melakukan pencapaian tapi juga saat mereka mematuhi peraturan.

4 comments

  1. seharusnya guru seperti itu ya agar murid gak bosan dan ngantuk di kelas

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih bu atas apresiasinya. Walaupun bukan hal yang gampang, tapi inovasi dalam kegiatan pembelajaran sangat memanglah sangat mempengaruhi semangat siswa

      Hapus
  2. Jika pembelajaran seperti itu para murid sepertinya akan giat untuk sekolah karena gurunya kreatif, belajar jadi tidak bosan malah menyenangkan.

    Terus semangat Bu guru.😃

    BalasHapus
  3. informatif dan bermanfaat .....

    thank you for sharing

    BalasHapus