Upaya Guru Madrasah Menangani Keterlambatan Membaca Pada Anak Didik

 

Dasar dari mencari ilmu adalah membaca. Agama kita pun memerintahkan untuk kita gemar membaca. Bahkan, satu ajaran yang paling menonjol dalam Al-Qur'an adalah perintah untuk membaca dan mencari ilmu. Perintah membaca terdapat dalam Al-Qur'an surat Al Alaq ayat 1

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ

Artinya: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.

Membaca dan menulis memanglah faktor penting dalam kegiatan belajar mengajar. Beberapa anak didik saya ada yang memiliki kasus seperti ini. Sebagai seorang guru madrasah, saya cukup dibuat kerepotan. Jika saya membantu yang masih sulit membaca, apa kabar dengan anak didik saya yang lain? Akhirnya, saya memberikan tugas berbeda untuk beberapa anak yang masih kesulitan dalam baca-tulis. Dan jika ada waktu jeda saya luangkan untuk melatih kemampuan membacanya.

Sudah menjadi rahasia umum jika pada tiap tahun atau setidaknya dalam 6 kelas pasti ada satu atau dua anak didik yang memiliki keterlambatan membaca. Saya yakin ini berlaku tidak hanya di madrasah saya, namun di madrasah ibtidaiyah (MI) lain atau bisa jadi di tingkat sekolah di tingkat SD yang lebih luas. Pada tahun ini di kelas saya, di kelas 2 MI ada tiga anak yang memiliki keterlambatan membaca. 

Menurut pengalaman dan pengamatan saya selama ini, ada banyak faktor yang mendasari nya. Diantaranya karena;

1. Anak didik sering membaca terbalik, misalnya b dibaca d, u menjadi n, m menjadi n, dan sebagainya.

2. Adanya hambatan kecerdasan pada diri anak didik

3. Ketidak tepatan metode dan gaya belajar

4. Adanya gangguan psikologis seperti adanya hambatan emosi atau perilaku sehingga bersikap dan berfikir tidak sesuai usia.

5. Karena peran orang tua kurang mendukung seperti orangtua terlalu sibuk, orangtua terutama ibu meninggal atau tidak bisa membersamai anak (karena harus tinggal jauh dari anak).

6. Ketimpangan kebijakan di tingkat TK dan SD juga mempengaruhi. 

Karena sebagaimana kita tahu Pak-Bu, anak didik tingkat TK tidak ada penekanan belajar membaca. Sedangkan di SD, walau tidak boleh ada tes membaca di PPDB tapi kenyataannya saat sudah masuk dan mulai mengikuti pembelajaran anak didik sudah dituntut mahir membaca. Anak didik sudah disuguhi buku dengan kalimat yang panjang dan tingkat kesulitan baca cukup sulit. Masalah muncul jika anak belum bisa membaca atau masih sulit membaca, tapi gurunya acuh dan orangtua sibuk. Atau antara sekolah dan orangtua saling lempar tanggung jawab. Merasa melatih membaca bukan tanggung jawab nya dan melempar ke pihak lain. Lalu bagaimana nasib anak didik ini? Beberapa kasus yang saya ketahui, anak akan menjadi tambah terpuruk. Menjadi tidak percaya diri karena merasa tidak mampu mengimbangi teman yang lain. Atau bahkan menjadi biang gaduh untuk menutupi kekurangan nya. 

7. Dan faktor penghambat lainnya yang mempengaruhi keterlambatan membaca pada diri anak didik

Berbagai faktor penghambat tersebut lah yang biasa sering muncul dan menghambat kemampuan membaca anak didik. Yang jika kita abaikan pastinya akan sangat menghambat kemampuan belajar nya dan yang lebih luas akan lumayan menghambat kegiatan pembelajaran di kelas. Belum lagi, anak yang memiliki keterlambatan membaca biasanya akan merasa kurang percaya diri karena merasa tidak sepintar teman sekelas nya. Bullying juga kerap terjadi untuk anak didik yang mempunyai kesulitan membaca. Mereka kerap dibully karena keterlambatan nya dalam membaca padahal belum tentu karena dia tidak mampu memahami pelajaran tapi cuma terlambat bisa membaca. Atau bisa jadi seperti yang saya sebutkan di atas tadi bahwa dia malah akan menjadi biang gaduh di kelas untuk menutupi kekurangan-kekurangan nya. Dan lebih dari semua itu, karena membaca  adalah faktor penting dalam mencari ilmu dan bersosial maka pastinya akan berpengaruh pada  masa depannya. Jadi Pak-Bu, sebagai orang terdekat mereka.  Yuk jangan abai terhadap mereka! Karena bisa jadi sedikit luang waktu yang kita berikan akan berpengaruh besar pada masa depan anak didik ! 

Lalu apa yang bisa dilakukan guru madrasah atau para guru di tingkat SD untuk meningkatkan kelancaran membaca untuk anak terlambat membaca? Berikut beberapa upaya saya, sebagai guru madrasah menangani keterlambatan membaca pada anak Didik dari saya semoga membantu!

1.   Suasana yang Menyenangkan

Buat suasana yang menyenangkan hingga anak tidak terbebani pada kegiatan membaca. Pada kegiatan ini, saya memilih mengambil waktu istirahat agar tidak menggangu jam belajar anak didik yang lain dan anak yang memiliki keterlambaperpus dan ada juga yang maunya di kelas karena mungkin malu dengan teman yang lain jika dia belum bisa membaca. Jadi kadang saya harus berpindah pindah posisi agar anak nyaman belajar. Namun kadang kendalanya jika si anak kurang ada minat belajar. Kadang saya harus berkejar-kejaran agar bisa diajak belajar karena jika tidak seperti itu dia tidak tidak segera lancar membaca.7iu

Guru memberikan bacaan-bacaan yang digemari anak didik. Tiga anak dengan keterlambatan membaca tahun ini tiga-tiganya look tingkat membaca yang berbeda-beda pula. Anak pertama tidak sama sekali punya minat untuk belajar, sering lupa dan harus super telaten. Anak kedua, punya semangat bagus namun jika tidak dengan saya dia tidak mau belajar sehingga dia tidak bisa cepat lancar membaca karena tidak belajar di rumah. Dan yang terakhir progresnya cukup memuasbkan karena dia mempunyai minat belajar yang baik dan memang cepat belajar. Dari ketiganya saya memperlakukan berbeda. Karena dua anak masih belajar mengeja sedang yang terakhir sudah mulai belajar membaca buku cerita. Yang sudah membaca buku cerita ini lah yang saya beri kebebasan memilih buku yang dia minati untuk dibaca sedang yang lain karena masih belajar membaca kata saya cukup memberikan suasana yang nyaman agar dia bisa fokus dalam mengingat huruf-huruf pada kata.

2. Membangun Suasana Nyaman

Membangun suasana nyaman tanpa bullying untuk menjaga kepercayaan dirinya. Yang penting dalam menyemangati anak untuk mempelajari sesuatu yang baru baginya adalah meyakinkan nya bahwa ia bisa dan mampu. Alih-alih sogokan berupa hadiah, ternyata menghujaninya pujian akan lebih membuatnya semangat untuk terus dan terus belajar bahkan bukan lagi disuruh tapi mereka yang minta. Suasana seperti ini harus kita kondisikan agar anak didik tetap percaya diri walau kadang melakukan kesalahan. Selama menjadi guru tantangan terberat saya memang menemani anak belajar membaca, karena saya harus super sabar dan telaten serta menghindari celaan walau anak didik tetap belum ingat huruf walaupun sudah berulang-ulang membaca. Saya harus tetap banyak senyum dan bilang "it's okey" ataupun "tidak apa-apa" agar dia tidak putus asa. Dan karena saya tak mungkin belajar di ruang tertutup dengan anak didik yang memiliki keterlambatan itu sendiri, maka saya pun harus mengkondisikan teman-teman nya dapat menjaga suasana hati teman untuk tetap semangat. Karena kadang ada adik kelas tiba-tiba nyeletuk, "Bu, si A belum bisa baca ya!" Atau ada juga yang tiba-tiba bantu baca kemudian berkata, "ah gitu aja nggak bisa". Kalau sudah seperti itu, anak yang lagi semangat membaca pasti akan langsung down dan enggan belajar atau tiba-tiba hilang konsentrasi. Jadi agar anak tetap nyaman, saya akan langsung bicara secara pribadi ke anak yang nyeletuk tersebut dengan pelan untuk tidak mengulangi lagi sikapnya dan seterusnya Alhamdulillah suasana bisa dikondisikan. Mengapa tidak di kantor? Kantor adalah tempat yang paling saya hindari. Mengapa? Karena anak didik saya yang lain bisa saya kondisikan, namun  Bapak-Ibu guru lain saya tidak mungkin bisa mengkondisikan. Maka lebih baik saya ambil tempat yang agak riuh untuk anak belajar. Ketimbang saya tidak bisa mengkondisikan keadaan yang akan berpengaruh pada semangat anak didik saya. 

3. Menjalin Komunikasi yang Baik dengan Wali Muri

Komunikasi yang baik dengan wali murid. Peran saya sebagai guru untuk mensupport anak belajar atas keterlambatannya tidak akan cukup tanpa peran serta orangtua. Guru mensupport belajarnya di kelas, sedang orangtua tidak lelah mendampingi belajar di rumah. Jika memang orangtua dengan kesibukan nya tidak bisa mendampingi, masih ada banyak yang bisa ditempuh. Diantaranya dengan mendaftar anak di tempat les khusus baca. 

4. Disediakan Fasilitas Perpustakaan 

Disediakan fasilitas perpustakaan madrasah atau sekolah. Upaya yang bisa dilakukan madrasah lainnya adalah menciptakan madrasah sebagai tempat yang menarik dan menyenangkan untuk mencari ilmu. Begitu juga dalam meningkatkan minat baca anak didik nya. Salah satu caranya dengan membuat dan mengoptimalkan perpustakaan madrasah. Perpustakaan dengan fasilitas buku yang diminati anak juga tempat yang nyaman dan menyenangkan akan membuat anak senang berkunjung di perpustakaan. Sehingga mereka pun senang berkunjung di perpus untuk membaca untuk menambah pengetahuan dan juga melatih pembiasaan membaca. 

Kesulitan membaca anak didik merupakan masalah yang serius karena dapat mempengaruhi kelanjutan pendidikan nya. Membaca merupakan faktor penunjang penerimaan dan pemahaman anak didik terhadap semua materi pelajaran. Permasalahan yang dihadapi anak didik dalam mengatasi kesulitan belajar utamanya membaca dapat diatasi dengan upaya dan kerja sama berbagai pihak. 

Wallahualam bissowab!

0 comments