Kegiatan Pembelajaran Satuan Ukur Tidak Baku dengan Metode Pembelajaran Group Investigation untuk MI dan SD di Kelas 2


Hari ini anak murid di MI saya belajar mengenal alat ukur tidak baku dan mempraktekkannya. Kegiatan ini dilakukan oleh anak murid saya di kelas dua MI Ma'arif Banggle di semester dua kali ini. Anak-anak sangat antusias untuk belajar bersama mengukur berbagai hal di sekitarnya. Mulai dari alat-alat di kelas, seperti meja, kursi, papan tulis, rak buku hingga mengukur halaman madrasah.

Metode Pembelajaran Kooperatif Group Investigation


Metode pembelajaran kali ini menggunakan metode pembelajaran kooperatif Group investigation (GI). Metode ini bisa dibilang metode pembelajaran yang cukup kompleks. Karena menggabungkan metode belajar kooperatif dengan metode pembelajaran konstruktivisme. Secara tidak langsung, metode pembelajaran ini berprinsip pada pembelajaran demokrasi. Group Investigation sangat membutuhkan keterlibatan anak murid MI saya dalam memahami pembelajaran secara langsung. Dimana mereka diberikan peluang untuk mengeksplorasi ketajaman gagasan mereka. Secara tidak langsung, murid pun dilatih secara kritis, reflektif, produktif dan analitis.

Saya menerapkan Metode GI untuk anak murid di MI saya agar mereka mempelajari secara langsung tentang alat ukur tidak baku. Ada banyak alat ukur tidak baku yang dipelajari mereka. Perlu diketahui, satuan tidak baku adalah satuan yang pemakaiannya tidak umum dipakai, ukuran bisa berubah dan tidak tetap. Contoh satuan berat yang tidak baku adalah Hasta, depa, jengkal, kaki, tongkat dll. Tujuan melakukan praktek mengukur berat benda dengan alat ukur satuan tidak baku ini adalah untuk mengasah kemampuan dan ketelitian siswa dalam pembelajaran Matematika.

Macam-Macam Alat Ukur Tidak Baku


Alat ukur tidak baku merupakan satuan yang nilainya tidak tetap dan tidak standar. Alat ukur tidak baku ini jarang digunakan sebab hasil pengukuran setiap orang pasti akan berbeda. Sehingga, jawaban dari satu orang tidak bisa disamaratakan dengan jawaban yang lainnya. Anda dapat menggunakan bagian-bagian di tubuh untuk mengukur secara tidak baku, seperti langkah kaki, jengkal, depa, ataupun rentangan tangan. Sebagai contoh, jika mengukur panjang jalan dengan menggunakan langkah kaki, ukuran yang dihasilkan oleh kita dengan orang lain tentu akan berbeda. Oleh karena itu, alat ukur tidak baku jarang digunakan untuk perhitungan yang penting. Lalu, apa itu depa, jengkal dll dan bagaimana cara mempraktekkannya?

1. Depa

Depa kerap digunakan untuk mengukur panjang suatu permukaan, seperti pagar, meja, atau tembok. Depa adalah bentangan tangan yang diukur dari ujung jari tengah tangan kanan ke ujung jari tengah tangan kiri ataupun sebaliknya.

2. Jengkal

Cara kerja dari alat ukur ini adalah dengan merentangkan telapak tangan hingga semua jari-jari melebar. Satu jengkal diambil dari jarak ujung ibu jari ke ujung jari kelingking. Sama dengan depa, jengkal pun tidak memiliki hasil yang akurat karena ukuran tangan dan jari satu orang dengan lainnya pastinya berbeda.

3. Hasta

Hasta (dari bahasa Sanskerta: हस्त hásta) merupakan unit ukuran tradisional India bagi panjang. Dipadankan ukurannya dengan jarak antara ujung siku lengan sampai ujung jari tengah tangan pada lengan yang sama. Satu hasta adalah ukuran panjang dari siku sampai ujung jari tengah.

4. Langkah Kaki

Alat ukur tidak baku lainnya adalah langkah kaki. Biasanya langkah digunakan untuk mengukur jarak dari satu tempat ke tempat lainnya. Alat ukur ini tidak bisa dijadikan patokan karena langkah kaki masing-masing orang akan berbeda

5. Tongkat

Apa kegunaan dari alat ini? Ternyata tongkat bisa Anda manfaatkan untuk mengukur panjang dan jarak dari dua titik atau mengukur panjang suatu benda. Namun tentunya, panjang dari setiap tongkat berbeda beda sesuai dengan ukuran tongkat sendiri.

Langkah-langkah Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran 


Pak-Bu, kegiatan mengukur panjang benda dilakukan untuk mempermudah anak murid saya dalam mempelajari berat benda dengan satuan tidak baku berupa depa, jengkal, langkah kaki dan tongkat. Langkah-langkah penerapan metode kooperatif Group Investigation mengukur menggunakan alat ukur tidak baku adalah sebagai berikut!

1. Guru dan murid terlebih dahulu berdiskusi bersama tentang alat ukur tidak baku yang akan dipelajari. Dan kemudian guru memberikan contoh praktek nya.

2. Murid terlebih dahulu menyiapkan alat yang dibutuhkan. Diantara buku tulis, alat tulis, lembar kerja kelompok dan tongkat

3. Lalu guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kerja dan mereka pun mulai meneliti alat kelas di ruangan dan di luar ruangan sesuai tugas yang diberikan

4. Kegiatan diakhiri dengan refleksi. Kegiatan ini penting untuk dilaksanakan. Karena disini guru dan murid dapat mengekspresikan kesan selama pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Berkeluh kesah terkait pembelajaran kelompok, harapan dan kritik terhadap proses pembelajaran. Tidak hanya kritik dari guru terhadap muridnya namun juga murid tentang pembelajaran yang baru saja terjadi.

Demikian ulasan kegiatan pembelajaran anak murid saya, Pak-Bu. Semoga bermanfaat pada diri dan anak muridnya dan umumnya bagi pembaca blog saya. Terimakasih!

Wallahu A'lam Bishawab!

0 comments