Tak Harus 7 Tahun Anak Bisa Masuk Jenjang SD, Kenali Tanda Kesiapannya!


            Saya dilanda dilema, Hiks. Sebenarnya keputusan udah final soalnya si bungsu sudah didaftarkan di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di dekat kampung saya. Tapi masih saja saya dilanda keraguan tentang keputusan saya dan suami kemaren. Maklum keputusan bukan seratus persen keputusan saya dan suami. Ada mertua yang agak sedikit bersikeras untuk si bungsu langsung didaftarkan ke jenjang SD dengan pertimbangan jika menunggu tahun depan umurnya sudah kelebihan. Bener juga sih! Memang umur anak saya agak nanggung. Kalau sekarang belum cukup umur tapi jika tahun depan kelebihan. Pusingkan saya! Setelah saya tunda-tunda permintaan mertua untuk segera mendaftarkan anak ke Madrasah. Akhirnya saya putuskan untuk menyanggupi permintaan beliau, dengan pertimbangan Hilmi Haidar sudah mandiri, mampu berinteraksi dan berteman tanpa selalu ada pendampingan, sudah berani didepan orang banyak dengan setiap hari menjadi muazin dan pujian di mushola terdekat bergantian dengan kakaknya, sudah bisa kalistung. Maka, walau Hilmi Haidar belum genap 7 tahun dan per-juni ini umurnya masih 6,5 tahun saya dan suami memutuskan untuk mendaftarkan nya ke jenjang SD. Bismillah!

            Dan keputusan kami semakin mantab, saat kami mengetahui ada beberapa perubahan persyaratan tentang batas minimal umur anak dari yang sebelumnya minimal 7 tahun menjadi paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli ( Bisa dilihat disini! ). Aturan baru ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 1 tahun 2021 tentang penerimaan peserta didik baru. Dalam Pasal 4 ayat (1) aturan ini mensyaratkan calon peserta didik baru kelas 1 SD/bentuk lain yang sederajat, berusia tujuh tahun atau paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan. Dan istimewanya lagi, anak umur 5 tahun 6 bulan pun bisa dipertimbangkan untuk bisa melanjutkan ke jejang SD, jika anak tersebut adalah anak yang memiliki bakat ataupun kecerdasan yang istimewa. Walaupun demikian, anak berusia 7 tahun tetaplah jadi prioritas dan wajib di terima. 


            Saya yakin dilema saya juga dirasakan Ayah-Bunda yang memiliki anak dengan umur yang nanggung seperti anak saya. Memang kita sebagai orang tua harus memikirkan masak-masak terkait hal ini. Karena tidak cukup hanya baca-tulis saja untuk jadi pertimbangan sudah mampukah anak kita masuk di jenjang SD. Walau bukan menjadi persyaratan, Memang tidak disangkal kemampuan calistung anak memang sangat dibutuhkan sebagai bekal anak kita masuk jenjang SD. Karena masih banyak hal lain yang perlu disiapkan dan jadi pertimbangan orang tua dalam mendaftarkan buah hati di jenjang SD. Sikap-sikap seperti tidak lagi bergantung kepada Ayah-Bunda, mampu bergaul dengan teman-temannya, tidak malu-malu justru sangat dibutuhkan untuk buah hati kita siap masuk ke jenjang SD. Dalam buku yang "32 Kesiapan Anak Masuk Sekolah" dari Kemendikbud (2011) anak yang siap masuk ke jenjang SD memilki ciri-ciri sebagai berikut ! ( Lihat lebih lengkap disini!)

1. Dari perkembangan Fisik

  • Anak dapat meniti. Anak mampu menjaga keseimbangan saat berjalan dititian, ia mampu berjalan tanpa terjatuh. 
  • Anak dapat memagang anak tulis dengan benar saat ia menulis atau sedang menggambar. Coba Ayah-Bunda perhatikan tahapan bagaimana anak memegang alat tulisnya, apakah sudah benar?
  • Anak mampu memusatkan pandangan ke bend-benda kecil di hadapannya. Sehingga ia mampu mengkoordinasikan antara tangan dan matanya. Contohnya : anak mampu mengancingkan baju sendiri, mampu menyusun balok sesuai bentuknya


2. Anak mampu membuat coretan gambar yang bermakna. Jika sebelumnya dia cuma mampu membuat coretan dan garis-garis tanpa makna, tanda ia sudah mampu masuk ke jenjang sekolah adalah saat si kecil mampu membuat gambar-gambar seperti rumah, gunung, mobil, bunga dan lainnya

3. Ketergantungan terhadap Ayah-Bunda atau orang dewasa terdekatnya semakin berkurang. Mampu dalam kalistung tapi si kecil masih belum bisa mandiri berarti dia belum sepenuhnya siap masuk sekolah ya Bun! Dan kemandirian pada ada tidak akan muncul begitu saja tanpa stimulus dari orang-orang terdekatnya. Perlu bagi kita, orangtuanya untuk tidak hanya memupuk kemampuan akademisnya saja, tapi lebih dari itu yaitu menyiapkan mentalnya. Contohnya : dengan mengajarinya makan sendiri, membereskan mainannya sendiri, atau bisa dengan mengajarinya mandi sendiri.

4. Anak sudah memiliki keinginan untuk menentukan aktifitas kegiatannya sendiri dan dia sangat menikmatinya.

5. Anak sudah mampu berkonsentrasi dan memusatkan perhatiannya pada suatu hal.


6. Anak sudah mampu bersosial dengan temannya dengan cara mau berbagi dan bermain bersama teman-temannya. Saat si kecil tak selalu tergantung kepada kita, dan mulai mau berbagi dan bermain bersama teman seusia berarti tandanya anak anda sudah siap masuk sekolah ya Bun!

7. Anak anda mulai menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang rumit seperti apa dan mengapa. Dia pun akan cepat tanggap pada hal-hal yang bertentangan dengan yang sudah ortangtua nasehatkan. Contohnya saja : saat kakaknya lupa tidak berdo'a sebelum makan, anak yang cepat tenggap akan segera merespon tindakan kakaknya dengan berkata, "Kak kata Bunda sebelum makan kan harus do'a dulu!"

            Demikianlah ciri-ciri fisik dan psikis anak anda sudah siap masuk sekolah. Kira-kira tanda-tanda itu sudah terlihat belum ya? Namun perlu Ayah-Bunda ketahui bahwa kematangan anak untuk bersekolah tidak timbul begitu saja atau instant saja terjadi. Semua itu berproses secara keseluruhan dari proses dari si kecil masih bayi. Dan disinilah peran orangtua sangatlah dominan tentang bagaimana Ayah-Bunda mengajarkan anak mandiri , bersosialisai terhadap lingkungan, dan lain sebagainya. Coba perhatikan Bun, di 6 bulan sebelum anak masuk ke jenjang SD. Apakah tanda-tanda kematangan itu sudah terlihat Bun? Karena kematangan setiap anak tentu berbeda-beda. Secara umum anak usia 6-7 tahun sudah matang dan siap bersekolah. Kecuali pada anak-anak yang memiliki masalah dengan perkembangan kognitif, bahasa dan sebagainya. Namun jangan terlalu khawatir ya Bun, jika salah satu aspek perkembangan anak belum matang bukan berarti anak kita belum siap untuk bersekolah. Semisal mungkin dalam aspek kebahasaan anak anda sudah mahir tapi kadang ia masih suka malu-malu jika bertemu orang baru. Hal bukan berarti anak belum siap masuk jenjang SD, karena kurang siapnya anak terhadap berinteraksi terhadap lingkungan masih bisa diupayakan. Oleh karena itu, kita sebagai orangtua sebaiknya mempersiapkan sedini mungkin agar anak benar-benar siap bersekolah. Inilah yang perlu dilakukan Ayah-Bunda agar ananda siap masuk SD :

1. Sering mengajaknya berkunjung di luar rumah dan berinteraksi dengan orang sekitar. Misalnya, dengan mengajaknya ke pasar, bertamu ke rumah saudara atau diajak bermain ke rumah temannya. Kemudian memintanya untuk memperhatikan kegiatan yang sedang di lakukan di pasar atau warung kemudian beri dorongan agar ananda mau berinteraksi dengan mereka.


2. Tanyakan kembali tentang kegiatan yang baru saja dilakukan kemudian hargai setiap jawabannya. Namun yang perlu Ayah-Bunda hindari adalah jangan beri pertanyaan yang bertubi-tubi. Biarkan anak kita menjawab dengan santai sesuai pandangannya.

3. Berkunjung ke sekolah terdekat atau sekolah yang di tuju juga sangat berguna agar nantinya saat sudah bersekolah tidak malu dan mudah baginya untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan barunya. Jika sebelumnya anak sudah kenal dengan sebagian kakak kelas dan guru-guru di tempat anak akan didaftarkan. Maka saat ia sudah menjadi bagian di sekolah tersebut anak kita akan lebih mudah menyesuaikan diri

4. Ajak anak untuk melakukan kegiatan fisik yang terarah. Bisa dengan mengajaknya ke arena bermain anak yang ada fasilitas untuk kegiatan fisiknya. Jika belum ada kesempatan, kegiatan fisik bisa dilakukan dimanapun dan kapan pun lho. Misalnya, mengajak anak lomba lari di halaman, mengajari anak memanjat pohon tentunya dengan pengawasan atau meniti trotoar saat berjalan di pinggir jalan.

5. Mengajak anak melakukan kegiatan yang dapat menunjang perkembangan motorik halusnya. Walaupun di jenjang TK sudah banyak kegiatan di sekolah yang bertujuan untuk melatih ketarampilan motorik halusnya. Namun tidak ada salahnya jika Ayah-Bunda menambahkannya di rumah. Tidak perlu ada persiapan khusus, cukup dengan mengajak anak melalakukan kegiatan harian. Seperti, membantu Bunda membuat adonan kue, membantu memeras santan, bermain tanah liat dll.

6. Tanamkan tanggung jawab pada diri anak. Seperti, selesai makan segera bawa piring ke dapur, membereskan mainannya sendiri dll.



7. Ciptakan kondisi belajar yang menyenangkan. Sehingga anak menyenangi belajar dan menganggap pergi sekolah adalah aktifitas yang menyenangkan semenangkan saat ia bermain di rumah.

8. Hargai setiap hasil karya anak. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri pada dirinya. Hindari komentar yang dapat mengecilkan hatinya. Sehingga membuat anak berkecil hati dan malas berkarya.

9. Silahkan perkenalkan kegiatan baca, tulis dan berhitung untuk melatih kemampuan dasar anak dengan kegiatan yang menyenangkan. Sehingga pada saatnya nanti masuk ke sekolah, anak akan merasa belajar dan bersekolah bukanlah kegiatan yang berat dan sulit.

            Nah, demikianlah beberapa hal yang perlu Ayah-Bunda siapkan untuk anak. Sehingga pada saatnya nanti masuk sekolah dia sudah benar-benar siap untuk berangkat sekolah di sekolah barunya.
 

Reference:

sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id (2016) “Kesiapan Anak Bersekolah”, diakses dari https://lpmpkaltara.kemdikbud.go.id/2021/01/18/permendikbud-nomor-1-tahun-2021-tentang-penerimaan-peserta-didik-baru-jenjang-tk-sd-smp-sma-dan-smk/ pada 24 Juni 2021

lpmpkaltara.kemdikbud.go.id (2021) “Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK”, diakses dari https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/uploads/Dokumen/4009_2016-08-24/32%20KESIAPAN%20ANAK%20BERSEKOLAH.pdf pada 24 Juni 2021

2 comments

  1. Anakku termasuk yg nanggung umurnya mba :D. Skr ini sih, dia udh aku masukin paud dari 3 THN, skr udh 5. Nah pas msk SD THN depan, dia blm 7 THN tuh. Tadinya aku udah pesimis dia bisa keterima di negeri. Tp setelah baca aturan baru yg mba attach, JD bersyukur. Berarti anakku bisa insyaallah :D.

    BalasHapus
  2. Anakku 6 th 3 bulan jadinya aku nunggu tahun depan aja buat SD. Kalau baca tanda kesiapan anak di atas alhamdulillah udah masuk, sih cuman ku ragu karena dia masih jarang mau menulis. Khawatir bakal capek aja karena kelas 1 SD udah banyak menulis. Yaudah setahun lagi TK.

    Btw, setahuku aturan usia min. 6 tahun itu udah lama di Jakarta diberlakukan. Soalnya anak temanku 6 th 1 bulan keterima di SD. Sementara, usia min 7 th jadi syarat masuk PKBM.

    BalasHapus