4 Tips Mendampingi Anak Belajar untuk Menghadapi Ujian


Anak-anak sudah mulai Penilaian Akhir Tahun, Bun?

Atau tinggal menunggu esok atau lusa?

Gak terasa ya Bun, anak-anak ternyata sudah mau PAT (Penilaian Akhir Tahun ) aja..! Mau naik kelas ni mereka. Wah gak nyangka ya..! Padahal rasa-rasanya baru aja naik kelas. Eh sudah ganti kelas. Mungkin efek pandemi kali ya! Sehingga mau tidak mau akan sangat berpengaruh pada kegiatan belajar mengajar di sekolah anak-anak kita. Daring maupun luring, menurut saya rasa dua-duanya belum bisa seoptimal dulu karena jumlah jam pelajaran yang sangat berkurang drastis. Pertemuan antara guru dan anak didik yang terbatas, pastinya mempengaruhi minat, semangat serta tingkat kefahaman anak-anak terhadap pelajarannya. Huft, semakin was-was ya Bun..! Siapkah anak-anak kita menghadapi PAT esok? Padahal selama pandemi ini minat belajar mereka mungkin agak sedikit berkurang. Sebagai seorang ibu yang merangkap peran menjadi guru, kekhawatiran itu juga saya rasakan. Terlebih sekarang yang saya pikirkan tidak hanya anak saya saja. Namun juga anak saya di Madrasah tempat saya mengabdi. Mungkin terdengar lebay ya Bun ! He.. He.. Tapi begitulah adanya emak-emak satu ini. Anak-anak aja nyantai layaknya di pantai. Eh.. Bunda dan gurunya yang was-was sendirian. Tapi saya yakin kekhawatiran saya ini ada temennya he.. he.. Namun apapun itu Bun, semoga kita dapat meredam kecemasan yang berlebihan ini sehingga tidak berimbas pada anak-anak. Jangan sampai karena terlalu khawatir dengan ujian anak-anak membuat mereka menjadi tidak rileks dan malah stres karena terlalu banyak tekanan dari orangtuanya. Oleh karena itu, perlu adanya support yang positif tanpa tekanan dari kita orangtuanya. Beberapa tips dari saya berikut semoga bisa membantu para Bunda di rumah dalam memandu anak menghadapi Penilaian Akhir Tahun dengan fun dan penuh semangat!

Siapkan Suasana Dan Tempat Yang Nyaman

Rumah bisa jadi tempat belajar ternyaman anak kita. Namun bisa jadi rumah juga jadi tempat godaan terbesar yang mengganggu konsentrasi belajarnya. Misalnya saja, belajar sambil rebahan di depan tv adalah pilihan belajar pilihan anak. Tapi yakinlah belajarnya tidak akan maksimal. Karena belajar dengan rebahan di kasur hanya akan membuat konsentrasinya buyar dan yang ada kantuk yang bakal menyerang. Itu pengalaman pribadi saya dengan si kecil he.. he.. Tapi begitulah, Belajar di rumah memanglah tak akan luput dari gangguan-gangguan yang membuat anak kurang fokus. Selain jika di rumah bisa rebahan, Gangguan bisa datang dari televisi, mainan, maupun smartphone. Jadi saat anak belajar, sebaiknya kurangilah akses ke kegiatan-kegiatan yang bisa mengganggumu belajar di rumah. Kondisikan belajar dalam posisi duduk yang nyaman, pencahayaan ruang bagus, alat tulis lengkap tersedia dan lebih semangat kalau disertai cemilan he.. He..

Bangun Kepercayaan Diri Anak

Buat anak rileks dan fun dalam menghadapi ujiannya. Bangun kepercayaan diri dan semangat belajarnya. Ajarkan Fokus Pada Usaha Bukan Hasil. Agar anak-anak kita termotivasi untuk berusaha belajar secara maksimal agar mendapatkan hasil yang terbaik.  Tak perlu risau tentang berapa nilai yang akan didapat karena ujian bukanlah tolak ukur untuk anak untuk didefinisikan sebagai anak pintar atau anak bodoh. Tapi tujuan sebenarnya ujian dilakukan di sekolah adalah untuk mengevaluasi tentang penguasaan anak terhadap materi yang sudah diajarkan. Beri tahu mereka ya Bun, bahwa apapun hasilnya jika mereka sudah berusaha berarti mereka sudah menjadi anak yang hebat.

Ketahui Gaya Belajar Yang Efektif Untuk Anak

Mendampingi saat belajar pasti membuat kita hafal kebiasaan mereka saat belajar. Ada anak yang suka sekali belajar sambil mendengarkan music, ada juga yang butuh konsentrasi penuh hingga butuh suasana yang tenang untuk bisa belajar. Ada juga yang harus banyak membaca, tapi juga ada yang cukup mendengarkan penjelasan saja sudah faham. Anak anda memiliki gaya belajar seperti apa Bun? Yuk cari tahu! Karena ini sangat membantu kita dalam mendampingi mereka saat belajar

a.       Gaya Belajar Visual

Karakter anak tipe visual

·         Lebih mudah mengingat sesuatu menggunakan penghlihatan dari pada pendengarannya

·         Lebih suka membaca buku sendiri dari pada dibacakan atau dijelaskan

·         Selalu berbicara dalam tempo cepat

·         Dia anak yang sangat peduli penampilan dan pakaina yang ia kenakan

·         Dia sulit sekali menerima informasi secara verbal dan lebih suka mencatat nya

·         Tidak mudah terdistraksi (terganggu) dengan keramaian

·         Suka menggambar

Cara belajar untuk tipe visual

·         Belajar dari gambar maupun video

·         Belajar dari buku yang memililki banyak bambar dan ilustrasi

·         Belajar sambil melakukan doodling (mencoret-coret ) supaya lebih fokus

·         Menghiasi buku belajar dengan banyak warna

·         Menggunakan mind mapping dalam belajar

b.      Gaya Belajar Auditori

Karakter anak tipe auditori

·         Lebih mudah mengingat dari apa yang ia dengar dari pada apa yang ia lihat

·         Senang mendengar sesuatu misalnya mendengarkan music atau apapun yang sesuai kegemarannya

·         Mudah terganngu (terdistraksi) dengan keramaian

·         Kesulitan memahami tugas yang melibatkan visual. Seperti gambar dan tulisan

·         Pandai bernyanyi dan mudah meniru nada atau irama suara

·         Senang membaca dengan suara keras atau menggerakkan bibir

·         Dia naka yang fasih dalam berbicara

·         Mudah mengingat nama saat berkenalan dengan orang baru

 Cara belajar yang tepat untuk auditori

·         Belajar sambil mendengarkan music

·         Merekam penjelasan guru untuk kemudian bisa didengarkan kembali

·         Mambaca buku dengan nyaring

·         Mendengarkan materi guru dengan seksama

c.       Gaya Belajar Kinestetik

Karakter anak tipe Kinestetik

·         Menyenangi belajar metode praktik

·         Kesulitan dan malas menulis tapi pandai dalam bercerita

·         Menyukai aktifitas yang melibatkan gerakan tubuh seperti olahraga dan menari

·         Saat berkomunikasi selalu dibarengi dengan isyarat tubuh

Cara belajar yang tepat untuk kinestetik:

·         Saat mendapatkan materi belajar, bila memungkinkan segera coba praktikkan

·         Belajar sambil melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan, misalnya sambil berjalan atau sesederhana menjetikkan jari

·         Melakukan eksperimen dari materi yang didapatkan dari guru

·         Bisa mengunjungi tempat yang berhubungan materi di pelajaran, misalnya untuk pelajaran Sejarah bisa mengunjungi museum

·         Mengikuti ekstrakurikuler seperti seperti KIR (Kelompok Ilmiah Remaja)

Pastikan Anak Mendapatkan Waktu Istirahat Yang Cukup

Dalam kondisi lelah, tentu saja anak tidak akan mampu untuk belajar dan berlatih. Begitu juga bila anak terus menerus belajar hingga kurang beristirahat. Cara belajar yang baik adalah dengan belajar secara rutin, sehingga anak tidak perlu memforsir diri menjelang ujian. Beri mereka waktu untuk beristirahat saat sudah kesulitan berkonsentrasi. Malam sebelum ujian bukanlah waktu untuk belajar dengan sistem SKS (Sistem Kebut Semalam). Bisa-bisa semua yang telah dipelajarinya akan menguap dan terlupakan begitu saja.

2 comments

  1. memang agak deg-degan kalau menjelang ujian sekolah anak. Padahal anaknya yang sekolah tapi emaknya yang deg-degan ya mbak hehehe

    BalasHapus