4 Contoh Ice Breaking Untuk Anak Saat Belajar Di Rumah Saja


Alhamdulillah masih di beri kesempatan berbagi kisah dan pengalaman melalui blog saya satu ini. Bagaimana Bapak Ibu.. anak-anak masih terkendali selama belajar dirumah? Atau kita yang mulai tak terkendali karena esmosi eh emosi? Sabar ya Bu! He.. he.. he..

Tahukah Bapak-Ibu?

Kegiatan pembelajaraan di kelas tidak selalu berjalan dengan mulus. Kadang ada biang gaduh, ada yang bertengkar, sampai ada yang mengantuk di kelas. Kalau sudah begini, mood guru jadi terpengaruh,, itu pengalaman saya. Untuk itu, agar semua berjalan kembali kondusif dan gurunya yang notabene seorang emak-emak ini tidak ngamuk di kelas. Maka perlu ada pencair suasana di kelas. Salah satunya dengan mengajak kelas untuk melakukan kegiatan permainan untuk mencairkan suasana menggunakan teknik ice breaking.

Apa itu teknik ice breaking?

Teknik ice breaking adalah teknik untuk mencairkan suasana agar kegiatan belajar menjadi lebih rileks dan tidak tegang. Ada banyak jenis ice breaking, ada yang mengajak anak bernyanyi bersama, tebak-tebakan, melakukan suatu gerakan dll. Jika suasana belajar sudah tak lagi tegang lagi dan anak kembali rileks serta ceria kembali, di situlah pembelajaran akan berjalan lebih efektif.

Namun, saat pembelajaran tak lagi bisa tatap muka seperti sekarang. Teknik ice breaking apakah masih perlu dilakukan? Saya kira masih perlu. Apapun pilihan jenis pembelajarannya, baik itu daring, ataupun luring, seorang anak tetaplah seorang anak. Belajar terus-menerus tanpa jeda akan membuat mereka kelelahan. Sehingga mengganggu semangat belajarnya. Maka dari itu, agar sesi belajar efektif, Bapak-Ibu perlu memperhatikan kemampuan anak berkonsentrasi dengan pelajarannya. Dikutip dari kompas.com, orangtua perlu memperhatikan kemampuan anak dalam berkonsentrasi sesuai usia, yaitu:
  • Usia 2 tahun: 4-6 menit
  • Usia 4 tahun: 8-12 menit
  • Usia 6 tahun: 12-18 menit
  • Usia 8 tahun: 16-24 menit
  • Usia 10 tahun: 20-30 menit
  • Usia 12 tahun: 24-36 menit
  • Usia 14 tahun: 28-42 menit
  • Usia 16 tahun: 32-48 menit
Kegiatan pembelajaran yang dipaksakan hanya akan menghasilkan kesia-siaan. Yang ada pembelajaran menjadi tidak efektif dan hanya membuat anak malas untuk belajar. Guru maupun orangtua perlu memberikan jeda sesaat untuk istirahat apabila proses belajar membutuhkan waktu yang lama. Memang mendampingi anak saat pandemi memang memiliki tantangan tersendiri ya Pak.. Bu..! Tentu keefektifan belajar di rumah tidak bisa kita samakan. Disini peran orangtua sangat dibutuhkan.
Bagaimana membangun mood anak agar tetap semangat belajar dan menyelesaikan tugas dari guru hari itu. Dan jangan salah! Teknik ice breaking yang biasa guru gunakan untuk mencairkan suasana kelas bisa juga orangtua terapkan untuk mengisi jeda waktu anak belajar lho! Berikut ini beberapa contoh ice breaking sederhana dan menyenangkan yang bisa Bapak-Ibu gunakan untuk menambah semangat anak di sela waktu belajarnya di rumah! 

1. Membuat Kalimat Penyemangat

Saat anak mulai kehilangan semangat, padahal masih beberapa menit belajar. Bapak-Ibu bisa membuat kalimat-kalimat atau jargon-jargon penyemangat. Semisal, ketika Anda bertanya kepada anak, “Masih semangat?” anak disuruh menjawab,”Semangat, semangat luar biasa Alhamdulillah!” lakukan secara berulang hingga mereka kembali bersemangat kembali.

2. Bernyanyi Bersama

Ada banyak variasai ice breaking seru yang bias kita gunakan untuk menyemangati si kecil dalam belajar. Salah satunya dengan mengajaknya bernyanyi sambil menggerakkan tubuhnya. Ada beberapa lagu anak yang asik jika dinyanyikan dengan gerakan. Diantaranya, “Kepala Pundak Lutut Kaki”, “Topi Saya Bundar” dll. Nyanyikan dengan riang bersama buah hati dengan menggunakan gerakan dengan menunjuk anggota tubuh ataupun benda yang ada dilirik lagu anak tersebut. Seru kan?

3. Melakukan Gerakan Senam Sederhana

Melakukan aktifitas untuk melenturkan otot-otot dengan bersenam tentu menarik untuk dilakukan. Tidak perlu gerakan yang menguras tenaga seperti aerobic ataupun SKJ. Bapak-Ibu bisa membuat variasi gerakan sendiri sesuai keinginan yang ringan dan mudah yang penting anak riang dan ototpun tak lagi tegang dan siap belajar. 

4. Permainan (Game) Penyemangat

Game disini bukan bermain game di handphone ya Pak..Bu..! Jangan sampai sela-sela anak jeda belajar diperbolehkan main game di hp karena sekali mereka diperbolehkan membuka game alamat nanti keterusan dan belajar tak lagi terjeda tapi terhenti. Yang dimaksud game disini adalah permainan sederhana antara orangtua dan anak sebagai penyemangat agar anak bisa konsentrasi ketika belajar lagi. Ada banyak permainan untuk mengusir kejenuhan anak selama belajar. Contohnya, dengan bermain tebak-tebakan, teka-teki, misteri harta karun, misteri angka dll. Aktifitas menyenangkan bersama orangtua sekaligus melatih konsentrasi dan kemampuan motorik anak tentu bermanfaat bukan? Dan setelahnya ketika anak sudah semangat lagi sisa tugas bisa dimulai kembali

5. Tepuk Tangan

Ada banyak jenis permainan tepuk tangan yang bisa kita gunakan untuk mencairkan suasana belajar anak. Salah satunya, tepuk tunggal-ganda-trio yang familiar dalam kegiatan ekstrakulikuler pramuka. saya kira permainan ini juga cocok juga untuk mengusir jenu saat anak belajar di rumah. Selain mudah untuk dilakukan, permainan ini juga bisa meningkatkan kosentrasi anak kembali. Caranya mudah, kita tinggal memberi aba-aba dengan menyebutkan tepuknya dan anak dengan sigap mengikuti intruksi. Mudah kan?

2 comments

  1. Teknik ice breaks ini perlu banget ya mba, supaya anak tetep semangat belajarnya, thank for share :)

    BalasHapus