Bercanda Boleh, Nyakitin Jangan!



Menghadapi rutinitas harian kadang membuat kita lelah dan jenuh. Bertemu dengan keluarga dan sahabat dekat bisa jadi obat mujarab. Bisa dengan kulineran bersama. Atau mengagendakan piknik sama-sama. Pasti seru itu..!

Tapi jangan salah, dengan bisa berkunjung saja ke rumah mereka. Kemudian bisa ngobrol dan berbagi cerita pun sudah membuat hati ini sedikit lapang. Apa saja sih yang diobrolkan jika bertemu sahabat atau keluarga? Sebagian kita memilih untuk banyakin bercanda dan bersenda gurau sebagai salah satu cara untuk sedikit mengurangi kepenatan dalam kerja.
Katanya sih.. lebih baik banyakin bercanda ketimbang banyakin bergosip.. he..he... Saya setuju untuk itu. Kerena menurut saya bersenda gurau bisa menambah keakraban sebuah hubungan. Suasana yang kaku pun bisa mencair karenanya. Tapi ingat ya.. apapun itu ada batasnya! Begitu juga dalan hal bercanda. Jika bercandanya berlebihan bisa jadi malah membuat retak suatu hubungan.

1. Tahu Situasi

Candaan anda akan terdengar garing jika bercanda di situasi yg salah. Kriuknya akan malah membuat situasi nggak nyaman. Contohnya saja ;  anda bercanda saat suasana lagi serius-seriusnya. Waktu mengikuti rapat mungkin. Ketika semua pada serius mendengarkan presentasi, eh kita malah nyeletuk kasih candaan. Hmm.. alhasil bakal dapat dikeroyok masal pasti.

2. Jangan Meremehkan Orang Lain

Sudah menjadi maklum jika kumpul-kumpul dengan teman atau saudara pasti ada aja yang dijadiin obyek becandaan. Emm.. yang sering sih kaum minoritas di acara kumpul-kumpul tersebut. Mungkin saja yang paling kecil sendiri, perempuan sendiri, laki-laki sendiri atau mungkin yang lagi jomblo di  sendiri. Siap-siap deh jadi bahan bully-an.

It's okey..! Jika kita masih bisa jaga perasaanya. Tapi jangan sampai kebablasan ya.. Jangan sampai kita bahagia di atas penderitaan orang lain! Jangan sampai orang yang jadi obyek bercandaan kita merasa sakit hati karena candaan kita yang kelewatan. Lidah memang tidak bertulang. Kalau sudah kebablasan bisa jadi teman jadi lawan.

3. Tahu Mood Orang yang Diajak Bercanda

Sebagaimana kita tahu, banyak orang dengan mudah melabeli orang lain yang marah atau tersinggung dalam suatu hal khususnya dalam hal bercanda.
Setiap orang memiliki cara sendiri dalam menanggapi candaan. Ada yang butuh proses dalam menerima candaan. Ada juga yang disinggung pun cuek aja. Karena mungkin hatinya sudah kebal dan tidak mudah tersinggung.

Jangan salahkan pula dia yang suka baper jika diajak bercanda. Kita tak tahu apa yang dia alami terkait candaan itu. Mungkin dia mengalami masa lalu kurang mengenakkan. Sehingga candaan kita menyakiti hatinya.

4. Jangan Bohong Hanya untuk Membuat Topik Candaan

Saat ini banyak orang melakukan apapun untuk mencapai tujuan yang ia inginkan. Bahkan mereka tak sungkan menjadikan kebohongan sebagai bahan lelucon. Semua dilakukan hanya untuk mengundang tawa orang, astaghfirullah! Sesungguhnya tanpa sadar kita telah mencelakai diri kita. Sebagaimana hadits Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam:

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.” [HR Abu Dawud no. 4990. Hasan]

5. Jangan Memfitnah atau Mencela

Di situasi apapun mencela dan memfitnah adalah perbuatan yang tercela. Apalagi hanya untuk bahan candaan semata. Agar ditertawakan orang dan seru-seruan.
Selalu posisikan diri sebagai orang lain ketika akan berbicara. Jangan sampai kita dengan gampangnya mencela dan memfitnah orang. Walau objek yang kita bicarakan diam saja. Ada ribuan joke atau lelucon yang bisa meramaikan suasana selain itu.

4 comments

  1. Kalau saya sendiri memang sudah bisa membaca pribadi dan karakter teman-teman saya, jadi ketika tiba waktu untuk nyeletuk saya tau persis seberapa tajam dan tepat porsi dari candaan yang saya lontarkan, seringnya malah candaan yang dibikin berdasar pada kenyataan yang sejujur-jujurnya hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat mas..Perlu banget bagi saya mengetahui karakter teman sebelum lontarin candaan. Jangan sampai yang maunya buat suasana senang malah musuhan🤦

      Hapus
  2. Memang perlu hati-hati sih dalam bercanda. Meskipun udah dijaga, kadang suka aja kelewat. Tetep harus mengakui kesalahan apabila lawan bicara kita jadi nggak nyaman setelah kita bercandain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakaat..! Persahabatan tak lepas dari masalah. Kitapun bukan manusia sempurna. Jadi jika buat salah sudah kewajiban untuk segera minta maaf😊

      Hapus